Kampus Rada Feodal

Kampus aku dulunya rada feodal. Dosen gila? Bukan. Dosennya sih baik2 aja. Merakyat. Yang gila hormat justru para “senior” di kampus, yang sebenernya aku ragukan kepakaran dan pengalamannya, jadi aku ragukan keseniorannya. Politisi busuk kampus yang gila hormat itu biasanya sok kuasa ke mahasiswa tingkat 1 dan terus sok lebih senior di tahun-tahun berikutnya. Aku waktu itu bahkan menolak manggil “Mas” ke angkatan2 yang lebih lama. Aku panggil nama aja. “Mas” itu untuk dosen aja. Kalo “Mbak”? Ugh, yang ini lain sih *set mode diskriminatif=on*. Angkatan yang lebih lama dan lebih baru, aku panggil “Mbak” semua.

Nah, kembali ke feodalisme. Ternyata di Lab RL, feodalisme ini masih dipelihara. Para praktikan digalakin melulu. Keselnya, ini masih terjadi juga biarpun Lab RL dipegang temen2 seangkatan aku. Katanya sih «mengkondisikan praktikan baru agar siap bekerja keras». Sounds good, Capo! *set mode sarkasme=on*. I don’t buy it. Aku pikir itu nggak lebih dari melampiaskan katarsis internal.

Abis praktikum RL, yang harus diambil adalah Elka. Masuk deh para mahasiswa dengan muka tegang ketakutan ke Lab Elka. Jadi ketegangan dan kegugupan kayak gini nih yang dihasilkan para Capo di Lab RL. Aku coba masuk Elka dengan gaya casual (eh, ini satu2nya gaya yang aku punya dink, jadi nggak pakai setting). Trus mulai dengan ngobrol hal-hal yang ringan dan lucu. «Kita tahu diode kan?». Eh kalimat kayak gitu pun langsung memancing mata tegang? Aku harus berjuang keras untuk menghapus hasil pendidikan di Lab RL!. (Tapi untuk apa? Biar mereka nggak mau jadi bulan2an asisten Lab Telekomunikasi dan lain2 sesudahnya).

Sabotase dimulai. Tapi nggak sengaja. Aku waktu itu suka ke rumah Yudo. Dia asisten Lab RL. Tapi nggak berbakat gila ;). Kadang2 ada praktikan minta asistensi ke rumah dia juga. Baru terpikir buat sabotase. Jadi aku, sambil nemenin Yudo, nemenin mereka juga. Ngajak makan tahu campur sambil nunggu laporannya diperiksa Yudo. Bagi2 Sarimi (itu Sarimi gratisan, banyakkkk sekali, dikasih tukang fotokopi soalnya kita ngasih dia order fotokopi banyakkkk sekali, jadi akhirnya mi-nya dikembalikan ke publik aja lagi). Sambil ketawa-ketawa: asistensi berhadiah mi. Anak kos2an, mana ada sih yang menolak mi. Dan melakukan setting *set mode kaku=off* *set mode takut_asisten=off*.

Berhasil? Ada lah. Tapi nggak mungkin dijalankan di semua asisten RL untuk semua praktikan kan? Ntar aku dibilang bikin diplomasi Sarimi. Ntar aku dibilang punya bakat jadi politisi busuk pula.

%d bloggers like this: