Nasionalisme dan Kerakyatan

Emang orang Skot itu bukan orang Inggris? Ha-ha :), ini weblog catatan lepas, bukan weblog buku pelajaran resmi buat anak2. Dan nggak semua negara di dunia pakai gaya nasionalisme kaku kayak orang Indonesia: elu nasionalis apa bukan?

Menurut penelitian sosiolog David Crone di tahun 1992, dari 10 orang Skot modern, 7 di antaranya menyebut diri sebagai orang Skot, 2 mengaku sebagai orang Skot sekaligus orang Inggris, dan sisanya menyebut diri orang Inggris.

Dan memang ada gerakan nasionalis Skot yang mau memisahkan diri dari Inggris. Tapi gerakan kayak gini justru nggak terlalu laku. Dalam polling resmi, justru orang lebih memilih masih bergabung dengan Inggris. Mirip orang Quebec yang dalam polling ternyata masih doyan bergabung dengan Kanada. Biasanya dalam kasus gitu, hasilnya selalu berselisih tipis. Soalnya, di masyarakat yang pola hidupnya nggak kaku, siapa sih yang bener2 masih mau mikirin urusan politik praktis kayak negara? Peduli amat. Selama orang Aaland menerima otonomi, mereka nggak peduli pulau mereka bagian dari Finlandia, atau Swedia. Bikin negara sendiri malah bikin repot. Juga orang Aceh, tiap diwawancarai wartawan non Indonesia, mereka mengaku hanya menginginkan masyarakat yang adil dan tentram, tidak harus merdeka, tapi juga tidak harus jadi bagian dari Indonesia — who cares?

%d bloggers like this: