Lannion

Yaa gitulah Ann, aku sempat seminggu ke Lannion, belajar teknologi SDH yang waktu itu masih relatif baru, di Alcatel. A nice li’l town, I must admit, biarpun pasti subyektif. Selamat jadi orang Lannion deh. Salam buat Jérôme dan pasukan :).

Lannion, bagian dari Bretagne, waktu itu (mudah2an juga sekarang) masih menjaga budaya Celtic mereka. Sebelum ekspansi bangsa Eropa yang sekarang, bagian barat Eropa memang masih diduduki bangsa Celtic. Tapi kemudian mereka punah, tersisa hanya di kepulauan Britain. Waktu bangsa Eropa masuk ke Britain dan jadi bangsa Inggris yang sekarang, mereka terdesak, tersisa di Wales (Cymru), ujung2 Scotland, Isle of Man, dan tentu Irlandia (Eire). Sebagian lari lagi ke bagian barat Perancis, dan jadi orang2 Bretagne sekarang. Papan2 nama masih bersifat bilingual. Dari arah pantai, tampak papan nama “Lannion/Lannuon” dan sebaliknya “Perros Guirec/Peroz Gireg”, kalau ingatanku nggak salah.

Sekitar akhir Oktober kayak gini lah waktu aku di Lannion. Titik2 air mengambang di udara, lebih kecil dari gerimis tapi lebih besar dari kabut. Dan kalau aku ke pantai pagi2, aku bisa jadi satu2nya orang di pantai selat itu. Nggak tau kayak apa siang2 di sana — kan aku harus training. Sore dipakai jalan2, soalnya kita dipinjami mobil, dan aku kayak biasa jadi navigator. Banyak perbukitan, dan jalan2 berliku. Suatu sore aku ngajak temen2 ke Cosmopolis. Kayaknya pernah aku ceritain di suatu tempat di web ini. Sampai sih, dengan perjuangan berliku sebagai seorang asing :). Tapi udah tutup. Jadi jalan2 di sekitarnya aja. Ternyata di salah satu tanah kosong di situ, mereka membuat semacam reservasi hunian penduduk Celtic kuno, yang mereka namakan kampung Asterix. Nggak ada boneka Asterix atau lucu2an semacam itu. Tapi ada kampung yang mirip di buku Asterix. Pagar kayu yang agak tinggi. Rumah2 beratap kayu dan daun2an. Cuman aku nggak nemu ramuan ajaib aja. Kalau ketemu juga belum tentu aku berani minum. Mendingan kalau jadi kuat. Kalau badanku berubah jadi naga, gimana coba?

Di Lannion waktu itu nggak ada masjid atau semacamnya. Jadi, di hari Jumat kita harus ke Guingamp untuk cari masjid kecil. Melintas sekitar dua kabupaten.

Aku suka lupa kalau aku lagi nulis di weblog, bukan di email. Udah dulu ah.

%d bloggers like this: