Thamrin

Jumat kemaren aku sempat jalan ke Jakarta. Visit beberapa tempat, trus mengakhiri hari di QB-World Thamrin lagi. Kayaknya nggak terlalu banyak yang pingin aku samber kali ini. Kali aku seharusnya ke Aksara aja. Belum tau tempatnya sih. Biar deh, abis juga satu jam lebih di sana.

Dari Thamrin, aku menggelantung di bis kecil ke WTC. Senemunya aja, lurus ini. Dan jadi satu-satunya penumpang yang berdiri. Berdua sama kondektur. Sempat ngobrol juga di tengah suara berisik kayak gitu. Anak kecil naik, baca puisi, terus mulai ngumpulin koin, terus turun. Dua pengamen lari menghadang bis mau ikut jadi kolektor koin. Aku mundur dari pintu, ngasih jalan. Tapi kok nggak pada masuk. Padahal bis malah berhenti. Aku keluar pintu lagi. Loh, satu udah terkapar di jalan. Aku turun. Waduh, nggak ada tanda2 kesadaran. Berdua si tukang ngamen satunya, aku angkat dia ke pinggir jalan, sementara seisi bis nonton. “Tinggal aja,” kata si pengamen satunya. Aku tinggal aja. Ya Allâh, beratnya si hamba-Mu itu hidup sekedar jadi kolektor koin di Jakarta aja.

Bis melaju lagi. Nggak lama logo HSBC di gedung WTC keliatan. Aku setengah lompat dari bis, ngasih salam perpisahan ke kondektur. Nyeberang di jalur lambat. Trus … kok jadi pingin kopi yach.

%d bloggers like this: