JabarNet

Site jabar.net, dan sebuah cita-cita lain, dipakai untuk memindahkan aku dari departemen network ke departemen IS, tahun lalu. Bukan dengan paksaan, tapi dengan antusiasme untuk bergabung dengan sebuah dream team. Dreaming team, maksudnya :). Team-nya udah dibubarin, dan aku sendirian dibiarkan terjepit dengan sebuah domain, tanpa dukungan, dan bahkan tanpa persahabatan. (“Tanya apa aja lah, tapi jangan tanya yang itu,” kata seorang sohib).

Aku pernah memutuskan untuk melawan masa lalu, dan memulai kembali dari awal. Tapi bayang-bayang hantu kayak mengawasiku, dengan semacam tudingan: dia mengambil proyek kita, dia pingin menunjukkan keberhasilan di atas kegagalan kita.

Waktu seorang rekan pindah, sebuah binder besar jatuh ke mejaku. Isinya dokumentasi jabar.net, selain versi CD yang ajaib itu. Aku sempat mulai menjadwalkan waktu untuk mempelajari lagi. Kalau tidak untuk mencari celah untuk meneruskan proyek, setidaknya sebagai analisis post-mortem untuk mengenali penyebab gagalnya proyek ini, biar nggak terulang. Tapi si hantu menggangguku lagi. Kalau memang aku sebelumnya nggak pernah boleh mengakses dokumen itu, kenapa aku jadi harus mengakses benda itu sekarang? Aku nggak pernah buka binder itu lagi. Aku tinggal aja di Lt5 waktu aku pindah meninggalkan IS.

Trus proyek jabar.net aku lupakan.

Tapi konyolnya, domain itu nggak mau dilupakan. Dia minta renewal. Dan dia diregistrasikan di registrant amatir yang sangat nggak reliable untuk transaksi online pula. Error m’ulu, dan akhirnya support registrant itu minta aku menuliskan nomor CC di e-mail. Ini tahun 2003.

Sekarang domainnya aku transfer ke GKG, biar bisa aku proses untuk renewal sama domain-domain yang lain. Sampai suatu hari ada yang mau pakai domain ini.

%d bloggers like this: