Tiga Tahun Blogging

Ada berapa sih weblog personal punya orang Indonesia yang umurnya mendekati tiga tahun? Dan apa sih yang diceritain di weblog yang bisa bertahan lama gitu?

Tiga tahun, cukup untuk mengubah haluan. Mau bikin jurnal serius, malah jadi catatan harian. Mau bikin catatan harian, malah jadi ajang chatting. Mau bikin catatan ilmiah, malah jadi rubrik humor. Mau nulis rubrik humor, malah keasikan ketawa dan jadi lupa nulis.

Weblog ini, lucunya, fungsinya jadi sama dengan tiga tahun lalu, waktu mulai dibikin (tadinya dalam skrip PHP bikinan sendiri, sebelum dipindah ke Blogger): jadi misc notes.
Sempat sih, di tahun 2001, weblog ini jadi kantor berita buat aku yang males nulis email. Hal-hal yang biasanya didiskusikan rada detil di email jadi pindah ke weblog. Juga cerita-cerita dan foto-foto. Tahun 2002, weblog ini jadi mirror buat Dilbert, soalnya kisah keseharianku memang bikin aku jadi kayak prototype Dilbert. Tahun 2003, jadi … jadi gini lagi :).

Yang juga lucu, di setiap tahun, antara Maret s.d. April, aku selalu terpikir untuk mengakhiri catatan ini. Tapi nggak jadi lagi. Terlalu malas buat menutup catatan.

Yang jelas sih, kayak penulis buku «Surely You’re Joking, Mr Feynman», aku nggak menjadikan catatan ini sebagai semacam autobiografi, juga bukan tempat manifesto.

Aku belum cukup terbuka untuk bener-bener cerita tentang apa yang bener-bener aku pikirin setiap malam, apa yang aku kerjakan setiap hari, apa yang bener-bener pernah terjadi waktu aku kecil, dan apa yang mau aku lakukan di masa depan.

Barangkali … aku juga belum cukup terbuka untuk menceritakannya ke aku sendiri :D.

%d bloggers like this: