86959009

Pernah kebingungan baca tulisan-tulisan filsafat sosiologi kontemporer? Tahu kaitan antara jouissance dan différance? Alan Sokal, Professor Fisika dari New York University punya pertanyaan lebih radikal dari itu: kira-kira para filsuf itu saling ngerti nggak sih? Terus dia bikin eksperimen: bikin artikel parodi, berisi bla-bla-bla tentang filsafat sains; dan dia kirim ke jurnal sosial dan kebudayaan terkemuka Social Text. Judulnya Transgressing the Boundaries: Towards a Transformative Hermeneutics of Quantum Gravity.

Sayangnya, artikel itu beneran dimuat. Ada di Social Text #46/47, tahun 1996, halaman 217-252).

Tiga minggu kemudian, baru Sokal mengirimkan tulisan ke jurnal Lingua Franca (yang sudah tidak terbit lagi), menginformasikan bahwa artikel itu hanya candaan. Tentu terjadi kegemparan besar, khususnya bagi para filsuf dan sosiolog New York.

Maka Sokal pun mengirim artikel ke Social Text, menyampaikan lebih rinci kenapa ia menulis artikel candaan itu, tapi Social Text tidak berkenan memuatnya kembali.

Refleksi atas peristiwa ini kemudian ditulis dan dimuat pada buku A House Built on Sand: Exposing Postmodernist Myths about Science.

%d bloggers like this: