86429684

Nazaruddin dikenai tuduhan. Penguasa menghukumnya dengan lima puluh
cambukan. Setelah hukuman itu selesai, sang penguasa berteriak pada
Nazaruddin: «Sekarang pergilah dari sini, hai kafir!»

Masih kesakitan, Nazaruddin menukas: «Aku bukan orang kafir.
Aku hafal Al-Quran.»

«Coba tunjukkan ayat yang kau ketahui.» si penguasa memerintahkan.

Nazaruddin diam, lalu berucap: «Aku akan membacakan An-Nashr:
Dengan nama Allâh yang Pengasih dan Penyayang. Bila telah datang
pertolongan Allâh dan kemenangan, dan kamu menyaksikan manusia
berbondong-bondong keluar agama Allâh, bertasbihlah dengan memuji
Tuhanmu, dan mohonlah ampunan pada-Nya. Sesungguhnya Ia Maha Penerima Taubat.
»

Si penguasa semakin marah: «Kamu pengacau. Bukan keluar (yakhrujuna),
tapi masuk (yadkhuluna).»

Nazaruddin pun menjawab: «Teks yang asli memang demikian. Tapi
sekarang mereka keluar lagi akibat kepemimpinan Anda.»

%d bloggers like this: