Vingt Francs

Aku rada tertarik dengan agenda tahun 1995 yang ada uang 20 franc-nya itu. Itu adalah tahun terakhir waktu aku (1) belum pegang credit card, yang berarti (2) belum berlangganan Internet sendiri dan (3a) belum daftar IEEE serta (3b) belum kenal ISNET dan (4) belum punya komunitas online. Tapi isi catatannya dinamik sekali. Tokoh yang sedang bikin serial program analisis trafik untuk menyatukan tugas di bidang network dan hobbi di computer programming, mulai asyik mengkoleksi dan membahas musik klasik (sebelumnya ikutan denger doank), masih menyentuh tapi mulai meninggalkan soal-soal psikologi praktis dan asyik dengan wacana postmodernisme, dan di akhir tahun melompat ke ibukota kaum postmodernist: Paris.

Tahun berikutnya agenda bukan lagi jadi hal serius. Ada Internet dan lain-lain. Mail-mail dan milis-milis dan web-web berkejaran. Trus suatu hari hampir semuanya direm. Ada kesadaran bahwa Internet bukanlah dunia nyata, tapi hanya tools dalam dunia nyata. Tapi ternyata nulis di kertas udah agak mustahil lagi :).

Jadi … di ujung cerita … adalah catatan lepas ini.

Plus catatan di bawah tanah. Tapi ini cerita lain :).

Hari ini aku ambil uang 20 franc dari agenda tahun 1995. Lemnya udah nggak sekuat dulu. Mau dipindah ke mana aja, asal nggak di dalam agenda yang mulai berjamur itu.

%d bloggers like this: