82564204

At last, the “Ketoprak Ande-Ande Lumut” opera was performed. Dan berbeda
dengan latihan-latihan sebelumnya, aku malah nggak ikut nonton. Instrument
bonang penerus yang aku pegang punya posisi yang unik, menghadap
penonton, jadi aku nggak bisa lihat ke panggung, kecuali waktu bonang
dalam posisi mute.

Tentu, beda dengan opera versi Eropa, opera versi Jawa ini lebih bersifat
informal. Timing bisa diatur. Dialog bisa terus diimprovisasi. Musik latar
bisa dimodifikasi kapan saja, bahkan waktu pertunjukan sedang berlangsung.
“Sekarang srepegan sanga terus. Nggak jadi pakai pelog,” para pengiring
berbagi info di tengah adegan peperangan di panggung.

Dan begitu selesai, tanpa aba-aba penutup, semuanya dibubarkan. Tirai ditutup,
penonton pulang, pemain gamelan lepas baju luar di situ juga, salam-salaman,
pulang. Di luar udara dingin membekukan.

%d bloggers like this: