79646397

Barangkali lucu kalau kita juga cerita tentang seorang politisi Perancis.
Jendral Charles de Gaulle, perwira Perancis yang nggak jago-jago amat,
mengekor tentara sekutu membebaskan Perancis, dan memimpin pasukan yang
membebaskan Paris, trus jadi presiden.

Konon dia bukan presiden yang cakap. Tapi dia berkilah, “Tidak mudah
memimpin negara yang memiliki 246 macam keju.” Dan waktu disemprot bahwa
ia adalah prajurit yang baik tapi politisi yang buruk, ia mengakui bahwa
ia bukan politisi. “Politik itu terlalu serius untuk diserahkan kepada
para politisi,” katanya. Perancis masuk blok barat, tapi keluar dari
NATO. Dia bilang, “Pakta-pakta itu mirip gadis-gadis dan bunga mawar —
yang berlalu begitu saja.”

Dengan gaya semacam itu, Perancis jadi surga kaum sosialis, dan bahkan
kaum anarkis kelas dunia. Manusia semacam Pol Pot juga “lahir” dari sana,
belajar dari guru-guru anarkis macam Sartre. Waktu diminta menangkap
Sartre, si bekas jendral cuma bilang, “Kita tidak mau memasukkan Voltaire
ke Bastille.”

%d bloggers like this: