8936635

Anton Chekhov bercerita tentang seorang guru yang menerima gajinya. Si tuan rumah, orang tua muridnya, semena-mena menurunkan gajinya, menambahkan potongan-potongan yang tidak masuk akal, dan menuntut ganti rugi atas berbagai hal. Akhirnya si guru hanya diberi sepersepuluh gaji yang seharusnya. Si guru jadi pucat, tidak berani melawan, tetapi sempat mengucap merci.
Si tuan rumah marah atas kelemahan guru itu. Ia mengaku hanya becanda, lalu membayarkan seluruh gaji guru itu, penuh. Di akhir cerita, si tuan berpikir mudah sekali menghancurkan orang kecil.
Di buku yang lain, Chekhov menulis bahwa cerita yang baik harus dipotong paragraf awalnya. Barangkali di cerita yang ini, Chekhov juga memotong paragraf akhirnya. Barangkali di paragraf akhir yang tidak ada itu, Chekhov mau menulis bahwa manusia-manusia kecil itu memandang sesamanya sebagai manusia kecil, mengasihaninya, tetapi sering lupa bahwa dirinya sendiri rentan terhadap ketidakpastian. Tidakkah sama mudahnya bagi zaman untuk mempermainkan si tuan rumah itu seperti ia mempermainkan si guru?

%d bloggers like this: