7858354

Warna-warna krem gelap kaku dari gedung-gedung mulai menyambut bis nomor 460.
Barangkali ini perjumpaan terakhir dengan London. “Marble Arch,” teriak si
copilot bis, mirip kondektur bis ke alun-alun Bandung. Kita lompat turun,
jalan cepat bersama angin dingin ke Grosvenor. Melintasi gedung kedutaan AS
yang dikarantina dengan pagar logam tinggi karena menularkan penyakit berbahaya.
Sampai kita di flat berbendera merah putih. Di sini hari ini acaranya mengurusi
surat pulang dan surat selesai studi, plus daftar barang bawaan. Daftarnya
cuma berisi tiga barang, ditambah dua halaman daftar buku dan CD.

Sambil nunggu surat selesai, kita jalan kaki lagi. Oxford Street jadi lautan
manusia. Mirip Kepatihan di Bandung menjelang Idul Fitri gini. Lengkap dengan
pedagang kaki lima.

%d bloggers like this: