6594394

David Bohm lebih jauh menjajaki teori de Broglie. Gelombang pilot itu,
katanya, bergabungan satu dengan yang lain. Dengan kata lain, bukan hanya
sepasang foton dan sepasang elektron-positron yang memiliki hubungan,
tapi seluruh partikel dan energi di semesta. Tapi Bohm tidak berhenti
di sana. Semesta, lanjutnya kemudian, berisi hanya gelombang-gelombang
yang bertumpukan. Semuanya membentuk satu kesatuan. Riak-riak itu tampak
seperti partikel dan energi lokal, tapi sebenarnya mereka (kita) semua
adalah satu kesatuan dalam arti fisik. Setiap partikel mengerti posisi
dan kondisi semua partikel lain di dalam semesta.

Jika suatu partikel diamati (dengan partikel lain, misalnya foton), maka
ada usikan pada gelombang pilot, dan usikan ini mempengaruhi kondisi
partikel-partikel lain bahkan dalam jarak berapa pun. Tidak perlu ada
yang kolaps. Hanya satu perubahan mengubah banyak hal lain. Dan (ini dia),
biarpun partikel dan lain-lain bersifat lokal (artinya mengikuti kaidah
Einstein), si gelombang pilot tidak harus bersifat lokal.

Bohm kemudian membandingkan semesta dengan holografi. Setiap sel sebenarnya
memiliki sebagian info dari setiap titik lain di dalam semesta, biarpun
tidak lengkap.

BTW, ini soal fisika loh. Nggak ada hubungannya dengan alam ghaib. Juga
nggak ada hubungannya dengan yang “ada di sini tapi juga ada di mana-mana”.
Memang kemudian Bohm juga membahas soal itu juga. Tapi dia bilang, ini
memerlukan sebuah hidden variable lagi di bawah hidden variable itu :).

%d bloggers like this: