5571903

Masih bisa nggak bikin script atau kode pakai kertas? Dulu memang program harus ditulis di kertas dulu. Biasanya sambil pura-pura tekun ngedengerin kuliah (di Unibraw zaman itu jarang ada dosen yang bisa ngajar dengan baik). Selesai kuliah, cari rental, baru kode itu diketikkan. Rental zaman kuliah itu mahal sekali. Jadi harus membiasakan diri untuk hati-hati bikin program biar nggak sering salah. Kemaren coba pakai editor TC lagi. Ups, ternyata aku masih bisa inget bahwa compile itu Ctrl-F9 dan view-screen itu Alt-F5 :). Aku pikunnya selektif ternyata.

Waktu akhirnya diterima jadi instruktur di LPK, yang kerasa bukan uang saku yang jadi bertambah (abisnya jadi buku lagi buku lagi), tapi kesempatan pakai komputer. Bisa berjam-jam, bisa dari sore sampai pagi. Efek sampingnya sih, nggak pernah pakai T-shirt dan jeans lagi ke kampus. Kan pulang kuliah jadi instruktur :). Udah punya editor TVE (yang sebetulnya dibikin untuk mencobai feature-feature C dan kemampuan programming saja), jadi TC ditinggal, diganti kompiler command-line TCC. Alasannya (1) fanatik TVE (2) mau bikin file COM, bukan EXE (3) interface TASM (4) hemat memori. Masih pakai PC/XT sih. Trus bikin file SYS. Trus … abis deh waktu. Bikin skripsi, lulus, kerja :). Kalau di zaman itu udah ada akses Internet, pasti ceritanya lain yach :) :). Riset cari algoritma dan struktur program nggak perlu bergerilya ke tempat-tempat yang nggak masuk akal, tinggal pakai search engine.

Balik ke reality. Planning analisis trafik di core network. Pakai C apa C++ yah enaknya … Di luar cuaca cerah padahal.

%d bloggers like this: