2728279

Ribuan tahun yang lalu, Zeno dari Elea mengumumkan paradoks Achille dan kura-kura. Achille tidak bisa mengejar kura-kura yang berada di depannya. Ini karena setiap saat Achille berada hanya dalam satu posisi, yaitu pada posisi antara posisi awal Achille dan posisi kura-kura. Namun kalau Achille berada dalam satu posisi, maka dia tidak bergerak dan tidak mungkin mengejar kura-kura. Zeno pasti tahu bahwa ini tidak benar, tapi pertanyaan Zeno: di mana kesalahannya?

Akhir abad lalu (tahun 1990-an), orang melakukan pembuktian terhadap pernyataan mekanika kuantum bahwa posisi kuantum suatu partikel tidak akan berubah kalau kita melakukan pengamatan terus menerus. Dilakukan pengukuran terhadap sekelompok ion berilium yang dieksitasi sehingga berpindah dari level energi 1 ke level energi 2 yang lebih tinggi. Pengamatan dilakukan dengan foton. Dalam 256 milidetik, semua ion sudah berpindah. Itu kalau pengamatan dilakukan pada waktu 0 dan waktu 256 milidetik. Pengamatan kemudian dilakukan pada waktu 128 milidetik, dan ternyata setengah dari ion sudah berpindah. Tapi kalau pengamatan dilakukan setiap 4 milidetik, maka tidak ada ion yang berpindah level, walaupun pengamatan dilakukan sampai 256 milidetik. Tidak satu pun. Yang terjadi adalah: pada pengukuran pertama semua ion belum berpindah, karena probabilitas bagi tiap ion untuk berpindah terlalu kecil. Tapi karena diukur, maka setiap ion memiliki kepastian posisi pada level satu. Tidak ada satu ion pun yang ‘mungkin’ ada di level 2. Maka pengukuran kedua jadi sama dengan pengulangan pengukuran ke satu, di mana tidak ada ion yang berpindah karena probabilitiasnya terlalu kecil. Sampai waktu 256 milidetik, tidak ada ion yang berpindah, karena semua ion memiliki kepastian posisi pada level 1 pada saat diukur, dan memiliki probabilitas sangat rendah untuk berpindah pada pengukuran berikutnya. Ion seperti “tahu” kapan dia diamati dan tidak mau berubah, kecuali kalau kita menghentikan pengamatan.

Zeno bakal senyum riang mengetahui bahwa sampai awal milenium ketiga, orang masih menghadapi teka-teki yang sama.

%d bloggers like this: