Month: March 2001 (Page 1 of 5)

Terpuruk di Yogya

Yogya 1994, di atas bis kota yang tak terurus. Musik latarnya something dengan “terpuruk” oleh Katon cs. Maunya memang lagi terpuruk juga. Rasanya segalanya berjalan monoton tanpa variasi: pekerjaan yang melelahkan (lagi ada gebyar pembukaan ribuan pelanggan telepon baru, dan harus dibuka satu-satu plus dites satu-satu), dan bis yang panas dan lembab. Emang hidup lagi terasa tanpa arti. Terpuruk ku di sisi … eh di sisinya siapa?

Duduk di sebelah aku, ibu-ibu setengah baya, dengan jualannya, pernik-pernik elektronik semacam senter, kipas angin, dan mainan anak-anak berbaterai. Dia lagi megangin kipas anginnya.Kok tumben makhluk introvert kayak aku tau-tau nanya, “Kenapa, Bu, kipas anginnya?” Rusak, kata dia, nggak bisa dijual. Kami diam. TMP Kusumanegara terlintasi. Boleh liat? Dia berikan kipas angin itu. Pasti coil motornya, pikir aku, benda murahan ini. Gimana ngebukanya? Ambil dulu baterainya. Nggak bawa obeng, aku coba mengalihkan ide. Kali cuman konektor baterai. Geser dikit dan ditekuk dikit pakai balpen. Pasang baterainya. Kipas cuek. Buka lagi, geser-geser aja lagi. Pasang lagi. Kipas berpusing dengan indahnya (bisnya panas abis soalnya). “Cuman sambungan baterainya kok Bu.” Dia senyum ceria. Terima kasih, jadi bisa dijual lagi, katanya. Di luar matahari menyengat tajam, tapi rasanya jadi kayak kehangatan yang ramah. Terima kasih, Tuhanku, buat hidup yang bervariasi dan indah ini. Lempuyangan di depan mata. Aku lompat dari bis, dan bis menderu dengan asap hitamnya.

2993955

Domain Bhawikarsu aku forward ke site Ikabhasu. Ada yang berminat punya alamat @bhawikarsu.org?
Musik latar imaginer: Ku tak pernah lengah akan tugas sbagai pelajar, menjunjung tinggi peradaban bangsa.

2982416

Haleluya!, dari Tannhauser dari Wagner. Pertama denger dulu aku kaget bener: mulai kapan Wagner jadi punya agama? Tapi agama buat Wagner bisa jadi cuman perlambang tatanan masyarakat lama. Tannhauser ikut berperang buat gereja, merebut Palestina. Lalu ia pulang ke tanah air di Jerman. Ia tertarik oleh seorang putri yang cantik, titisan Venus. Lalu ia mengikutinya selama tujuh tahun. Tapi lalu ia mau bertobat, melakukan perjalanan menghadap paus di Roma (di sini musik pengantarnya indah sekali, salah satu favorit aku). Paus menolak permintaan ampunnya (aku lupa alasannya). Tannhauser, kecewa, kembali ke Jerman. Paus menyesal, lalu mengirim utusan ke Jerman. Tapi Tannhauser sudah menghilang. Konon ia kembali ke Venus.
Kadang agama tidak lagi dijadikan buat pembimbing umat untuk lebih dekat kepada Tuhannya, tetapi justru malah menjauhkan. Lalu, manusia melarikan diri, mengikuti fitrah kemanusiaannya, justru dengan meninggalkan agama mereka. Goethe jadi mempelajari Islam (tapi tidak pernah masuk Islam), Nietzsche jadi atheist aktif. Hidup memang kadang jadi tragedi. Kita akan menghadapi hal yang sama dengan Islam kalau agama selalu dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

2982234

Orang-orang suka punya fantasi aneh buat menggambarkan penderitaan. Flying Dutchman, mengisahkan para pelaut yang dikutuk untuk selamanya berada di lautan, tanpa pernah bisa menemui daratan. Kisah ini dioperakan dengan berisik oleh Wagner, di bawah judul Der Fliegende Holländer. Anehnya, KLM malah menjadikan nama kutukan ini buat program frequent flyernya. Dan yang lebih aneh (tapi bisa diduga), aku dikirimin kartu Flying Dutchman itu dari KLM. Demi Wagner deh, asik aja.

2972526

Dekrit Presiden: Semendjak masa ini, seloeroeh bangsa Indonesia jang tergolong kepada agama Islam dan berlakoe setia kepada pemerintahan jang sjah dari Repoeblik Indonesia, dilarang oentoek mengoetjapkan kata “Akbar” waktoe mengoetjapkan takbir, dan djoega dilarang menjeboet-njeboet kata “Amien” sesoedahnja membatja Al-Fatihah. Menjeboet kedoea kata terseboet akan digolongkan ke dalam tindakan makar, dan akan dikenakan hoekoeman sesoeai oendang-oendang perlindoengan keamanan negara.
Lucu nggak? Kalau nggak lucu, tolong ada yang bilang ke kiai dan tokoh-tokoh yang mencampuradukkan agama yang agung ini dengan politik kampungan mereka, bahwa tingkah laku mereka lebih nggak lucu lagi.

2925527

Orang-orang Italia, kata Goscinni, memang penuh rasa humor. Singkatan SPQR yang dipasang pada tonggak-tonggak tanah jajahan, ditafsir ulang sebagai Sono Pazzi Questi Romani: orang-orang Romawi memang gila !
Komik Astérix memang selalu penuh dengan pelesetan yang kadang seenaknya. Barangkali lucu ya kalau kita iseng-iseng coba koleksi Astérix dalam berbagai bahasa. Amazon Fr bisa bantu memulai barangkali. Aku liat setidaknya ada sepuluh bahasa terkoleksi di sana, termasuk esperanto, alsatian, latin, dan breton (celtic).
Bakal lebih lucu lagi kalo kita iseng kirim surat ke Albert Uderzo, minta izin menerjemahkan Astérix ke bahasa Jawa. “Dimas Ngobeliks, saking pundi panjenengan?” Eh, kangmas apa dimas ya? Konon sih Astérix dan Obelix dilahirkan pada hari yang sama.

MoU Telkom–Indosat

Telkom dan Indosat akhirnya berhasil menyusun MoU. Tampak jelas bahwa keduanya terpaksa mengorbankan banyak hal untuk memecahkan masalah-masalah untuk mendukung deregulasi telekomunikasi.

Telkomsel, yang selama ini diperebutkan kedua perusahaan yang konon pernah bersaudara itu, dimenangkan Telkom, dan Indosat mau mengalah cuma memperoleh Satelindo. Namun, sebagai kompensasi, Telkom kehilangan Divre IV dan Lintasarta.

Kehilangan Lintasarta sih, bisa diatasi dengan mudah. Tapi kehilangan Divre IV (yang merupakan bagian dari Telkom, bukan anak perusahaan) bakal bikin masalah besar. Telkom bakal kerepotan bikin infrastruktur baru yang bakal sangat mahal. Dan karyawan Divre IV belum tentu mau dipindah ke Indosat. Haha, yang terakhir sih lucu juga. Kalau aku sih, kayaknya mau bener deh kalo dipindah ke Indosat. Secara profesional jelas lebih bagus. Secara emosional juga tak terlalu berpengaruh. Kan masih bersaudara. Direkturnya aja suka ditukar-tukar dari Telkom ke Indosat dan sebaliknya.

Kira-kira kalau aku mendaftar kerja ke Indosat, bakal diterima nggak ya? Tapi kali-kali aku mau iseng cari kerja dulu di sini, buat cari experience. Biar aja ninggalin Telkom rada lama. Nggak ngaruh buat karir. Di Telkom nggak ada karir.

2907978

Biasanya jamaah Jumat menyampaikan doa atas bangsa-bangsa Palestina, Chechen, dan Kashmir. Tapi jamaah Jumat hari ini menyampaikan doa khusus buat Indonesia. Sambil duduk diam, aku jadi meresapi, betapa inginnya kami segera beroleh bimbingan-Nya, untuk berlepas dari dari kebodohan dan keabaian kami. Hanya limpahan sayang dari Allah lah yang mampu menyelamatkan bangsa ini dari petaka demi petaka.

Air mata pantang diteteskan, di hadapan sesama makhluk. Tapi bukan kalau di hadapan Rabb-nya. Di mana lagi ?

« Older posts

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑