2510687

Feynman mencuri pintu. Paginya orang-orang sibuk nyari pintu. Ketua himpunan nanya: siapa yang ngambil pintu? Feynman jawab: saya, tadi pagi. Ketua marah: jangan becanda ah, ini serius. Pintu itu nggak ketemu sampai beberapa minggu, dan ruang belajar jadi berisik gara-gara nggak berpintu. Akhirnya diadakan rapat khusus. Feynman usul agar pencuri pintu nulis pesan anonim untuk menyebutkan di mana pintu itu disembunyikan, dan semua orang akan mengakuinya sebagai jenius yang bisa menyembunyikan pintu tanpa ketahuan. Si ketua memilih cara lain. Atas nama kehormatan persaudaraan, satu per satu ditanya dan harus menjawab jujur. Maurice, apa kamu mencuri pintu? Tidak, saya tidak mencuri pintu. Feynman, apa kamu mencuri pintu? Ya, saya yang mencuri pintu. Jangan becanda, kata ketua. Ini serius. Terus satu per satu ditanya, tapi tidak ada lagi yang ngaku mencuri pintu. Semua kaget, merasa ada pembohong di persaudaraan mereka. Malam itu Feynman menulis surat anonim, menyebutkan di mana pintu itu disembunyikan. Besoknya semua menemukan surat itu, menemukan pintunya, dan memasangnya kembali. Kasus ditutup.

%d bloggers like this: