2494656

Coventry lagi nggak abu-abu. Kembang-kembang kecil putih kuning ungu udah mulai tumbuh. Rada kontras sama kemaren, waktu kabut nggak mau menipis, dan seekor rubah mati di pinggir jalan. Maunya aku sih, hari ini mood juga jadi berwarna-warni, tapi rada susah. Dikejar deadline sih.
Dan aku hampir nggak punya waktu kerja. Temen-temen di sini terus-terus panik dan tanya ini itu, dengan style menuntut amat. Sampai di rumah telepon ngak berhenti-berhenti dan pintu diketok sampai tengah malam. Satu temen dateng dari kota gara-gara clueless sama teletraffic. Dan malemnya aku harus antar dia ke Warwick (on foot) untuk cari bus stop. Pulangnya, kedinginan, kecapekan, dan kecewa gara-gara aku belum nulis assignment aku sendiri. Mau mengeluh, tapi nggak tau untuk apa. Allah juga nggak akan memberikan keajaiban mendadak, soalnya Allah pingin makhluk kesayangannya untuk kuat berjuang, dan nggak gampang mengeluh.
Di tengah dingin, frame aku bergeser. Aku nyoba ngebayangin, gimana kalo peran diubah, terus aku jadi temen-temen aku yang clueless ngeliatin seliwerannya dunia telekomunikasi, terus harus panik ketok sana ketok sini telepon sana telepon sini dan kebingungan sepanjang hari sepanjang malam. Yeah, all praise for you ya Allah, aku nggak akan mengeluh ….

%d bloggers like this: